Buta merupakan ketidakmampuan seseorang untuk melihat. Kebutaan bisa berasal dari keturunan, kecelakaan, atau penyakit. Nah, seperti yang sudah disinggung tadi, seseorang yang mengalami kebutaan tidak dapat melihat apa pun. Bagi orang awam, pernyataan ini memang terkesan benar, namun pada faktanya tidak sepenuhnya benar.
Berdasar dari beragam penelitian dan riset, orang buta ternyata bisa melihat beberapa hal. Meski tidak secara visual, hal-hal yang mereka lihat pada dasarnya bisa mereka rasakan, sehingga mereka bisa tahu hal apa itu. Daripada tambah penasaran, langsung saja simak penjelasan berikut ini.
1. Cahaya
Menurut penelitian di Harvard yang dilakukan pada tahun 1923, orang buta ternyata bisa melihat cahaya. Pernyataan ini didapat setelah riset yang dilakukan terhadap tikus buta, menunjukkan jika pupil tikus tersebut masih bisa membesar dan mengecil ketika disoroti cahaya. Hal ini dikarenakan, tikus dan manusia sama-sama memiliki fotoreseptor yang bisa mendeteksi cahaya.
Pada orang buta, retinal fotoreseptor yang berfungsi mengirim informasi visual ke mata, sepenuhnya rusak. Akan tetapi, ada satu fotoreseptor bernama intrinsucally photosensitive ganglion retinal cell alias IPGRC, yang tetap mengirim informasi visual ke otak, ketika ada cahaya di depan mata.
2. Ekspresi Muka
Emosi pada dasarnya bisa menular ke antarmanusia, dan kondisi semacam ini biasa disebut sebagai emotional contagion. Nah, ternyata orang tuna netra pun bisa ketularan emosi seperti ini. Dalam riset yang dilakukan oleh Universitas Stillburgh di Belanda, peneliti melakukan percobaan terhadap dua subjek tuna netra yang diberi objek foto berupa ekspresi wajah. Hasilnya, kedua tuna netra itu bereaksi sesuai dengan ekspresi wajah yang ada di foto. Hal ini bisa terjadi lantaran, meski jaringan cortex yang berfungsi untuk mengirim informasi visual dari mata ke otak mengalami kerusakan, segala bentuk emosi yang muncul di depan mata, akan tetap terasa karena telah dikirim ke bagian otak bernama Amygdala.
3. Semuanya (Melalui Ekolokasi)
Ekolokasi merupakan kemampuan untuk bisa melihat objek atau kondisi sekitar lewat pantulan suara. Salah satu superhero Marvel, yaitu Daredevil merupakan salah satu yang menggunakan kemampuan ini untuk memberantas kejahatan. Ekolokasi yang biasanya disebutkan dimiliki oleh lumba-lumba dan kelelawar, ternyata juga dimiliki oleh manusia. Salah seorang tuna netra asal Amerika bernama Ben Underwood menggunakan ekolokasi, agar ia bisa beraktivitas sehari-hari tanpa bantuan tongkat atau pun orang lain. Sayangnya, kemampuan seperti ini cukup sulit untuk dikuasai lantaran manusia tidak memiliki kemampuan ekolokasi yang begitu tajam. Setidaknya, suatu objek harus memiliki ukuran minimal sebesar gelas apabila ingin terdeteksi lewat ekolokasi.
4. Halusinasi Visual
Halusinasi visual atau yang bisa disebut Sindrom Bonnet, umumnya dialami oleh tuna netra yang awalnya memiliki penglihatan normal, alias tidak buta sejak lahir. Para penderita sindrom ini menyebutkan jika mereka dapat melihat berbagai bentuk dan sosok seperti benda, hewan hingga manusia. Menurut penelitian, hal ini sebenarnya merupakan reaksi otak yang bekerja untuk mengatasi hilangnya visual pada mata. Sindrom ini biasanya berlangsung selama 1-5 tahun, pasca mata mengalami kebutaan sampai otak bisa benar-benar beradaptasi.
5. Tidak Melihat Apa-Apa
Sebagian besar dari kalian mungkin selalu berpikir jika tuna netra tidak dapat melihat apa-apa dan hanya melihat sebuah objek hitam layaknya menutup mata. Ternyata anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Untuk membuktikannya, kamu bisa mencoba eksperimen berikut. Coba kamu tutup satu mata kamu, lalu konsentrasi dengan melihat layar menggunakan mata satu lagi yang masih terbuka. Kira-kira, apa yang mata kamu satu lagi lihat? Tulis jawabanmu di kolom komentar ya.
.
.
.